PESAN KEHIDUPAN SEORANG PABLO PICASSO
Sejarah
dunia sudah mencatatkan bahwa nama pelukis Pablo Picasso merupakan
pelukis besar dan melegenda hingga kini. Di usianya yang masih belasan
tahun, Pablo Picasso sudah menciptakan goresan-goresan tangan yang
indah.Lewat goresan tangannya yang indah itu, Picasso menjadi salah satu pelukis termahal sepanjang sejarah. Sebuah lukisannya bisa terjual dengan harga USD 100 juta. Selain melukis, keahlian lain Picasso adalah memahat patung. Sebagai pematung di zamannya, Picasso membuktikan kecerdasannya dalam memanfaatkan teknologi. Di saat banyak pematung masih menggunakan tanah liat sebagai media, Picasso sudah menggunakan teknik pengecoran pada perunggu dan mengukir kayu menjadi sebuah karya seni yang indah.
Lahir dengan nama lengkap Pablo Ruiz Picasso, pada 25 Oktober 1881, Picasso memang keturunan seniman. Ayahnya, Jose Ruiz Blasco merupakan seorang profesor seni dan ibunya, Maria Picasso Lopez, hanya ibu rumah tangga biasa.
Picasso tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan memiliki sifat selalu ingin belajar. Pada usia lima tahun, dia mulai diajarkan menggambar di sekolahnya. Dimulai dari belajar membuat bentuk-bentuk geometris sederhana dan bentuk benda-benda lainnya. Namun Picasso memiliki kemampuan luar biasa untuk mengembangkan objek-objek gambarnya tersebut. Sehingga di usia delapan tahun, dia mulai menunjukkan bakat melukis yang luar biasa.
Pada usia 14 tahun, Picasso lulus ujian masuk School of Fine Arts di Barcelona dan dalam waktu dua tahun pindah ke Madrid untuk belajar di Royal Academy. Tak lama setelah itu, dia kembali lagi ke Barcelona dan bergabung di Els Quatre Gats, tempat para penyair, artis dan kritikus untuk tukar menukar ide yang didapat dari luar Spanyol. Pada usia 23 tahun, Picasso pindah ke Paris, kota pusat seni dunia pada masa itu. Di sinilah, karir Picasso sebagai pelukis terkenal dimulai.
Pada masa itu, Picasso dikenal sebagai seniman revolusioner abad 20. Dia adalah salah satu artis seni yang paling diakui di abad ke-20. Dia terkenal sebagai pendiri gerakan Kubisme dan untuk berbagai gaya yang tersirat dalam lukisannya. Diantara lukisan yang paling terkenal adalah lukisan bertajuk proto-Kubisme Les Demoiselles d'Avignon (1907) dan Guernica (1937), yang menggambarkan peran pemboman Guernica Jerman selama Perang Saudara Spanyol.
Picasso merupakan seorang seniman serba bisa. Selain melukis, dia juga seorang politikus dan merupakan perancang panggung ballet, seniman membuat pot, menghasilkan karya lithografi dan lukisan-lukisan garis-garis menggunakan pensil atau kapur. Semua hasil karya seninya sungguh indah.
Lukisan Picasso tidak terikat oleh satu gaya atau aliran, namun dia mampu menampilkan bermacam gaya dengan hasil luar biasa. Sehingga wajar, dia banyak mendapat julukan seperti pelopor "periode biru," "periode merahmuda," "periode neo-klasik" dan pelopor "Kubisme." Sebagai pelukis, Picasso selalu sanggup berinovasi.
Termasuk dalam menjual hasil lukisannya sendiri. Bagaimana mungkin seluruh dunia tahu hasil lukisan
Picasso jika tidak dipromosikan? Dengan kecerdasannya, Picasso menggunakan jurus dahsyat marketing untuk menjual lukisannya. Dia bertanya kepada pemilik hotel atau gedung tertentu agar mau membuat pameran lukisan dengan bagi hasil atau win win solution. Bahkan Picasso pernah menggelar pameran lukisan dan dilelang 100 persen untuk amal. Dan banyak cara lain yang dilakukan Picasso untuk memasarkan lukisannya. Dengan cara ini, seluruh dunia pun tahu, bahwa dia adalah seorang pelukis handal.
Semasa hidupnya, Picasso merupakan seorang pelukis yang produktif. Selama 75 tahun, ia berhasil melukis lebih dari 20.000 lukisan hingga akhirnya ia meninggal dunia di usia ke-91, pada 8 April 1973.
Lukisannya masih banyak dinikmati oleh kolektor dan harganya pun makin menjulang tinggi.
Lewat seni, Picasso sudah mendedikasikan seluruh hidupnya. Dia juga meninggalkan pesan bahwa “Seni adalah kebohongan yang membuat kita menyadari kebenaran”. Tak semua kehidupan di dunia ini indah, namun lewat seni semuanya menjadi indah.
sumber: http://champsemulsion.com/info-asuh/pablo-picasso
0 komentar: