BELAJAR SENI BIKIN GILA?

Seni merupakan suatu kebutuhan yang dinilai sangat penting dalam kelangsungan proses kegiatan manusia. Sehingga, entah dampak positif bahkan negative yang ditimbulkan, seni tetap tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Dewasa ini, banyak manusia berpendapat bahwa suatu kemustahilan manusia hidup tanpa seni, karena menurut hakekatnya seni adalah ungkapan jiwa. Dengan kata lain, seni adalah salah satu pengungkapan citra diri maupun karakter seseorang yang tertuang dalam karyanya. Namun, pengembangan ungkapan perasaan tersebut dituangkan dalam berbagai macam metode. Hal ini disebabkan keragaman manusia yang akhirnya menimbulkan keragaman pula dalam penuangan sebuah luapan emosi maupun perasaan dalam sebuah karya seni.

Berkaitan dengan hal tersebut, karena seni berhubungan dengan jiwa, maka karya seni tertentu dapat pula mempengaruhi individu maupun sekelompok individu yang sedang menikmati karya tersebut. Dapat kita lihat sebuah realita yang menjelaskan bahwa bayi yang ada dalam kandungan dapat dipengaruhi karakter dan tingkat kecerdasannya dengan memperdengarkan lantunan musik tertentu. Emosi yang ada dalam sebuah lagu, berpotensi mempengaruhi jiwa bayi dalam kandungan tersebut. Itulah mengapa lagu klasik dipilih sebagai sebuah harmoni nada yang cocok dengan perkembangan emosi maupun kecerdasan bayi. Berdasarkan kejadian tersebut, dapat dilihat bahwa adanya kemungkinan perubahan kejiwaan seseorang dari transfer emosi seniman lewat karya tersebut. Hal itu adalah dampak bagi konsumen produk seni, lalu bagaimana dengan sang seniman itu sendiri ? Jika ekspresi jiwa diolah sedemikian rupa hingga dari yang tidak berbentuk menjadi sebuah symbol yang bertujuan akan dipahami seseorang, lalu apa yang terjadi pada jiwa seniman tersebut ?

Jiwa manusia seperti sebuah kotak yang berisi olahan peristiwa yang dialami manusia. Sehingga menimbulkan suatu reaksi entah itu sedih, gembira, marah, kecewa, dan lain-lain. Namun pada dasarnya, perasaan tersebut tidak berpola, berbentuk, dan tidak dapat dituliskan maupun dikatakan. Ketika perasaan tersebut mulai diterjemahkan dalam berbagai karya seni, maka dengan sendirinya manusia tersebut menemukan jalan sendiri penerjemahan perasaan. Yang menjadi kekhawatiran disini adalah, ketidaksanggupan manusia dalam menahan seberapa banyak luapan yang harus diterjemahkan. Sehingga yang awalnya berwujud keindahan sebuah seni, karena penerjemahan perasaan yang diluar batas, mengakibatkan hilangnya kemurnian sebuah seni.

Seni memang merupakan suatu kebutuhan yang penting, namun seni mempunyai tingkat kerumitan tersendiri dalam pemahamannya. Sehingga, tidak sedikit para seniman yang mencoba menelusuri dan memahami tentang filsafat seni. Hal ini dibuktikan kini seni tidak hanya menjadi sebuah hal yang abstrak saja, namun seni digolongkan kedalam golongan keilmuan. Banyak perguruan tinggi mengambil ilmu seni sebagai salah satu jurusan yang ditawarkan. Kembali pada hakekat seni yakni berhubungan dengan luapan kejiwaan seseorang, dengan kata lain jiwa seseorang mulai dihubungkan dan dimainkan oleh logika manusia untuk diterjemahkan. Tidak seperti ekspresi kemarahan manusia yang secara reflek, namun seni terbentuk karena pengalaman manusia itu sendiri dan diterjemahkan secara jelas dan dapat dilihat atau didengar. Sehingga, tidak sedikit para seniman menjadi kesulitan untuk menempatkan diri mereka dalam berperilaku dengan dalih terbiasa menerjemahkan perasaan menjadi sebuah benda nyata.

Topik mengenai seni dapat menimbulkan bakat gila ini diambil berdasarkan pengamatan terhadap beberapa perilaku dan cara berpikir seniman tertentu yang dinilai diatas rata-rata, lepas dari perilaku positif maupun negative. Sehingga, hal tersebut menjadi suatu ketertarikan tersendiri untuk mencoba mengetahui seluk beluk tentang dampak pemahaman seni terhadap psikologis manusia.

Menurut Jakob Sumardjo, ( 2000;103 ), setiap seniman harus setia pada dirinya. Seni itu pada hakekatnya penelanjangan diri. Seseorang yang benar-benar jahat sekalipun tidak mungkin menelanjangi jiwanya yang jahat itu dan memperlihatkannya pada umum.



Hal ini merupakan suatu standart umum yang perlu diperhatikan oleh seorang seniman. Penerjemahan terhadap perasaan yang tidak mempunyai dasar yang jelas hanya akan menghasilkan perilaku yang diluar batas kewajaran, pola pikir yang bahkan diluar logika, dan kesemuanya itu.

0 komentar:

Copyright © 2013 WORLD OF ARTS NO LIMITS.